Keuangan Belum Stabil, Hindari Nekat Ajukan KPR

Harga rumah memang sekarang ini sangatlah mahal. Namun ada solusi yang bisa diambil yaitu dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sehingga Anda bisa membeli rumah dengan cara mencicil. Tapi mengambil KPR sebaiknya tidak dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini guna meminimalisir risiko kredit macet di tengah jalan atau masalah lainnya di kemudian hari yang merugikan Anda dan keluarga karena rumah disita oleh pihak bank akibat tidak mampu memenuhi kewajiban membayar cicilan.


Mengajukan KPR berbeda dengan kredit kendaraan. Harga rumah yang umumnya ratusan juta rupiah membuat lembaga pembiaya (bank) mengeluarkan dana yang tak sedikit. Anda pun sebagai peminjam otomatis akan memiliki hutang yang besar pula ditambah bunga. Apalagi tenor KPR juga panjang mulai dari 5 hingga 20 tahun. Dalam kurun waktu sepanjang itu, ada banyak hal buruk yang mungkin terjadi. Jika Anda sudah memiliki anak, biaya pendidikan pun akan semakin besar dan hal ini pun perlu dipikirkan jauh-jauh hari.

KPR memang memudahkan kita bisa segera tinggal di rumah impian dengan dana awal yang sedikit. Bahkan banyak pengembang baru yang menawarkan uang muka rendah. Namun, kondisi keuangan perlu dipertimbangkan baik-baik bukan hanya di masa sekarang, tapi juga di masa depan.

Cicilan KPR yang harus dibayar per bulan bisa cukup memberatkan. Jika ternyata kondisi keuangan atau usaha belum stabil, sebaiknya dipikirkan kembali rencana Anda untuk kredit rumah dalam waktu dekat. Apalagi jika saat ini Anda juga memiliki cicilan hutang yang masih berjalan.

Menurut pakar keuangan, idealnya cicilan hutang per bulan adalah 30% dari total pemasukan bulanan. Lebih baik lagi jika Anda bisa mengalokasikan sebesar 35% di mana 5% itu disimpan sebagai dana darurat. Jadi guna menghindari kredit macet, idealnya besar cicilan KPR Anda per bulan tidak memakan lebih dari 30% pendapatan.

Selain itu, penting untuk diingat agar jangan mudah tergoda promo uang muka rendah. Semakin rendah uang muka, berarti semakin besar jumlah uang yang Anda pinjam ke bank. Tenor yang lama juga bisa memberatkan, karena itu berarti Anda akan terbebani bunga yang tinggi. Bagusnya Anda menyiapkan uang muka 20 hingga 30% dari harga rumah yang Anda incar. Jika memungkinkan hindari memilih tenor yang paling lama.

Membeli rumah lewat KPR bisa menjadi keputusan yang tepat jika dilakukan dengan pertimbangan dan perencanaan ke depan yang matang. Namun, jangan semata karena tekanan keluarga atau gengsi Anda nekat mengajukan KPR padahal kondisi keuangan belum stabil. Jika masih memiliki hutang berjalan ke pihak lain, sebaiknya hutang-hutang tersebut diselesaikan terlebih dahulu sehingga tidak memberatkan keuangan karena Anda harus membayar lebih dari satu cicilan setiap bulan.