5 Alasan Terkuat yang Membuat Kamu Lebih Baik Menabung daripada KPR Lama

Membeli rumah menjadi tujuan finansial terbesar bai banyak orang. Akan tetapi karena butuh dana yang besar, tentu Anda harus membuat perencanan keuangan dan kapan rumah tersebut akan dibeli. Membeli rumah saat ini bisa secara cash atauput kredit lewat program KPR (kredit pemilikan rumah) dari bank.


Bagi yang sulit menabung, KPR mungkin dianggap sebagai solusi cepat supaya bisa segera memiliki rumah. Ditambah harga properti juga cenderung naik dari tahun ke tahun. Hanya saja perlu dipikirkan kembali karena KPR akan menjadi hutang jangka panjang hingga puluhan tahun lamanya. Jika Anda tidak ingin terlibat hutang jangka panjang, menabung hingga terkumpul uang yang cukup untuk membeli rumah tunai mungkin lebih baik. Berikut beberapa alasannya:

1. Harga rumah lebih murah

Ya, harga rumah yang dibeli secara tunai sudah pasti akan lebih murah dibandingkan rumah yang dibeli lewat sistem kredit. Karena Anda tidak membayar bunga yang dibebankan pada setiap cicilan. Proses pembelian rumah secara tunai juga lebih mudah karena Anda bisa langsung bertransaksi secara langsung dengan pihak penjual atau developer. Bahkan besar kemungkinan Anda bisa bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik. Juga Anda tidak akan banyak dibebani biaya lain-lain seperti KPR.

2. Menghindari riba

Dalam agama Islam, bunga yang mengambang dalam skema KPR bank konvensional termasuk transaksi ribawi. Yang mana hal itu termasuk dosa besar. Pasalnya, bank meminjamkan uang dan di dalamnya ada tambahan. Secara sederhana, penambahan nilai dalam transaksi tersebut yang membuat KPR konvensional dilarang karena mengandung unsur riba.

3. Aman untuk investasi jangka pendek

Membeli rumah secara tunai juga aman untuk investasi jangka pendek. Anda bisa memperoleh keuntungan hanya dalam kurun waktu lima tahun dengan mudah. Karena harga rumah kerap mengalami kenaikan yang signifikan bahkan hingga lebih dari 20% per tahun.

4. Surat kepemilikan rumah dapat langsung dimiliki

Manfaat lain yang diperoleh dengan membeli rumah secara tunai adalah kelengkapan surat kepemilikan rumah yang bisa langsung jatuh ke tangan setelah transaksi selesai. Berbeda dengan KPR, surat kepemilikan rumah diberikan setelah kredit selesai dan melewati proses yang panjang.

5. Resiko rumah disita jika gagal bayar

Setelah pengajuan KPR disetujui, maka bulan selanjutnya Anda akan mulai mencicil. Dan perlu diingat bahwa Anda harus membayar cicilan tepat waktu. Jika telat membayar, denda keterlambatan yang membuat besar cicilan menjadi lebih besar. Jika Anda gagal membayar cicilan, maka rumah berisiko disita oleh pihak bank.

Memang tak mudah untuk mengumpulkan dana yang besar hingga cukup untuk membeli rumah. Tapi hal itu bisa segera terwujud jika Anda berkomitmen dan menetapkan target. Belajarlah mengelola keuangan secara cerdas dan hindari gaya hidup yang over konsumtif. Jika Anda memperoleh pendapatan di luar gaji seperti THR, jangan dihabiskan semuanya. Simpanlah untuk menambah saldo tabungan rumah Anda.