Hindari Riba, Ini Beberapa Alternatif Kredit Rumah Secara Syariah

Membeli rumah dengan pembayaran cash keras menjadi semakin sulit karena harga properti cenderung mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Karenanya, banyak orang mengambil opsi cepat dengan mengajukan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Hanya dengan membayar uang muka sekian persen dari harga rumah, rumah pun bisa segera ditinggali dan sisa pembayarannya dicicil per bulan.


Adanya KPR memang mempermudah pembelian rumah di tengah harga properti yang semakin sulit dijangkau. Akan tetapi, skema KPR bukan solusi tepat bagi mereka yang beragama Islam. Dalam islam, pinjaman yang berbunga mengandung unsur riba sehingga diharamkan dan bahkan termasuk dosa besar. Namun bukan berarti impian Anda untuk segera memiliki rumah harus dikubur begitu saja. Bila Anda tak mampu membeli secara tunai, ada beberapa metode kredit rumah yang tidak ada riba di dalam skema pembayarannya.

Kredit langsung ke pengembang

Di berbagai daerah, semakin banyak pengembang yang gencar menawarkan program cicil rumah tanpa riba. Bagaimana bisa? Salah satu skema yang sering mereka terapkan adalah mencicil tanpa bank. Jadi pembeli membeli rumah langsung ke pengembang dengan cara mencicil. Cicilan per bulannya dibayarkan langsung kepada pihak pengembang.

Pengembang yang menawarkan perumahan tanpa riba umumnya adalah pengembang syariah. Jadi dalam transaksinya pun akan menerapkan prinsip dan aturan yang tidak menyalahi syariat Islam. Sehingga tidak ada riba di dalamnya karena harga akan ditentukan di awal dan besar cicilan sama dari awal hingga akhir masa kredit sesuai jangka waktu yang disepakati. Tenor umumnya antara 10 hingga 15 tahun.

Namun, tetap perlu hati-hati karena tak sedikit oknum nakal yang berpura-pura menjadi pengembang syariah. Sebaiknya cari perumahan yang dikembangkan oleh pengembang yang terdaftar di Developer Property Syariah Indonesia (DPSI). Rekam jejak dari pengembang tersebut juga perlu diteliti secara mendalam.

Cicil bertahap

Skema ini pada dasarnya sama dengan kredit langsung ke pengembang, di mana pembeli bertransaksi langsung dengan pengembang syariah tanpa bank. Hanya saja, dalam transaksi cicil bertahap, jangka waktu untuk mencicil lebih pendek. Biasanya jangka waktunya hingga kurang dari 25 tahun. Cicilan dibayarkan secara bertahap, bisa per berapa bulan sekali atau per tahun. Total harga dari rumah yang Anda beli akan sama tidak akan ada penambahan nilai di luar kesepakatan awal.

KPR syariah

Bank syariah juga memiliki program KPR. Tapi tentu saja mereka menerapkan skema pembayaran yang tidak mengandung unsur riba di dalamnya. Tenor yang diterapkan dalam KPR syariah umumnya hanya sampai 15 tahun. Tapi dalam KPR syariah, umumnya bank menerapkan prinsip murabahah di mana bank membeli rumah dari pengembang lalu menjualnya kembali dengan harga yang sudah dinaikkan.

Bank tidak menerapkan bunga, akan tetapi mengambil margin keuntungan dari harga jual rumah tersebut. Cicilan KPR konvensional besarnya kerap berubah-ubah sesuai pergerakan suku bunga, sementara cicilan syariah bersifat tetap sehingga besar cicilan per bulan ditetapkan di awal dan tidak akan ada perubahan nilai hingga akhir masa kredit.

Rumah yang transaksinya dilakukan secara syariah, baik itu lewat pengembang atau bank syariah, seharusnya tidak bisa diambil secara sepihak jika terjadi keterlambatan atau gagal bayar selama jangka waktu tertentu. Ada ketentuan-ketentuan yang dicantumkan di perjanjian awal apabila pembeli tidak mampu memenuhi kewajiban mencicil, tetapi caranya bukan dengan menyita atau melelang rumah tersebut atas kehendak sepihak.