Panduan Membeli Rumah di Pulau Jawa Supaya Harga Tidak Kemahalan

Diantara pulau-pulau besar di Indonesia, pulau Jawa memiliki kepadatan yang paling tinggi. Karenanya, hampir semua aspek kegiatan terpusat di pulau yang luasnya 128.297 kilometer persegi ini. Sehingga perkembangan dan pembangunan infrastruktur di Jawa lebih pesat menjadikannya sebagai pusat kegiatan dalam skala nasional.

Jadi tak mengherankan jika perkembangan pasar properti di Jawa juga kian pesat. Terutama dalam hal penyediaan properti untuk pemukiman penduduk seperti rumah tapak dan apartemen. Properti komersil seperti mall, hotel, dan sejenisnya juga tak kalah menggeliat.


Di lain sisi, menumpuknya pasar properti di Jawa menyebabkan ketersediaan lahan kosong semakin terbatas. Akibatnya, harga rumah di pulau Jawa semakin mahal. Terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan kota besar lainnya. Sehingga mencari rumah dijual di Semarang dengan harga terjangkau semakin sulit. Ditambah pengembang besar juga berebut lahan di kawasan padat penduduk karena produk propertinya akan lebih mudah laku.

Jika Anda ingin memiliki rumah di pulau Jawa, berikut adalah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan harga yang murah:

Cari rumah second yang layak

Harga rumah yang baru dibangun cenderung lebih mahal. Apalagi jika berada di lokasi strategis. Alternatifnya, carilah rumah second atau rumah tua yang masih layak huni. Rumah second terkadang dijual dengan harga di bawah pasar karena pemilik sedang memerlukan dana dalam waktu cepat.

Intinya jangan terburu-buru. Surveilah beberapa rumah second yang dikira cocok dengan kriteria Anda. Dengan begitu, besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan rumah second dengan harga murah di lokasi yang strategis. Kalaupun ada yang harus diperbaiki, beli saja. Dalam kurun waktu singkat, dana yang dikeluarkan untuk membeli dan merenovasi rumah bisa ter-cover karena harga rumah akan terus naik.

Cari rumah lelang

Rumah lelang juga biasanya akan dijual dengan harga miring atau lebih rendah dari harga pasar. Ketika pihak bank melelang sebuah rumah, mereka membutuhkan uang masuk segera karena pemilik yang sebelumnya sudah tidak mampu memenuhi kewajiban membayar cicilan sehingga masuk ke dalam kategori kredit macet.

Tak harus tunai keras, rumah lelang juga bisa dibeli lewat skema KPR. Sayangnya, menemukan rumah lelang yang pas dengan kriteria lokasi kerap butuh waktu yang lama. Jadi Anda harus bersabar dan aktif memeriksa portal online yang menampilkan informasi rumah lelang di berbagai daerah.

Cari rumah over kredit

Membeli rumah yang sedang dicicil atau over kredit juga terbilang bisa menjadi alternatif jika Anda mencari rumah dengan harga murah. Rumah over kredit sendiri merupakan rumah yang dijual karena pemilik membutuhkan uang dan tak mampu meneruskan cicilan KPR-nya. Karena itu, rumah over kredit bias any dijual lebih murah dari harga pasar.

Cari rumah subsidi

Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah gencar membangun rumah-rumah murah yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program Sejuta Rumah, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pembelian rumah pertamanya. Pembayarannya juga bisa melalui KPR. Kabar baiknya karena disubsidi oleh pemerintah, uang muka yang harus disiapkan juga lebih rendah dan bunganya juga tak sebesar KPR konvensional.

Memang tak mungkin membangun rumah di pusat kota karena lahan kosong yang langka. Karena itu, rumah murah yang disubsidi pemerintah dibangun di daerah pinggiran. Tapi jangan khawatir, seiring dengan tingginya peminat rumah murah di pulau Jawa, kawasan perumahan subsidi yang berlokasi di pinggiran juga akan ramai nantinya. Ditambah pemerintah juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur baru di berbagai daerah.

Keuangan Belum Stabil, Hindari Nekat Ajukan KPR

Harga rumah memang sekarang ini sangatlah mahal. Namun ada solusi yang bisa diambil yaitu dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sehingga Anda bisa membeli rumah dengan cara mencicil. Tapi mengambil KPR sebaiknya tidak dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini guna meminimalisir risiko kredit macet di tengah jalan atau masalah lainnya di kemudian hari yang merugikan Anda dan keluarga karena rumah disita oleh pihak bank akibat tidak mampu memenuhi kewajiban membayar cicilan.


Mengajukan KPR berbeda dengan kredit kendaraan. Harga rumah yang umumnya ratusan juta rupiah membuat lembaga pembiaya (bank) mengeluarkan dana yang tak sedikit. Anda pun sebagai peminjam otomatis akan memiliki hutang yang besar pula ditambah bunga. Apalagi tenor KPR juga panjang mulai dari 5 hingga 20 tahun. Dalam kurun waktu sepanjang itu, ada banyak hal buruk yang mungkin terjadi. Jika Anda sudah memiliki anak, biaya pendidikan pun akan semakin besar dan hal ini pun perlu dipikirkan jauh-jauh hari.

KPR memang memudahkan kita bisa segera tinggal di rumah impian dengan dana awal yang sedikit. Bahkan banyak pengembang baru yang menawarkan uang muka rendah. Namun, kondisi keuangan perlu dipertimbangkan baik-baik bukan hanya di masa sekarang, tapi juga di masa depan.

Cicilan KPR yang harus dibayar per bulan bisa cukup memberatkan. Jika ternyata kondisi keuangan atau usaha belum stabil, sebaiknya dipikirkan kembali rencana Anda untuk kredit rumah dalam waktu dekat. Apalagi jika saat ini Anda juga memiliki cicilan hutang yang masih berjalan.

Menurut pakar keuangan, idealnya cicilan hutang per bulan adalah 30% dari total pemasukan bulanan. Lebih baik lagi jika Anda bisa mengalokasikan sebesar 35% di mana 5% itu disimpan sebagai dana darurat. Jadi guna menghindari kredit macet, idealnya besar cicilan KPR Anda per bulan tidak memakan lebih dari 30% pendapatan.

Selain itu, penting untuk diingat agar jangan mudah tergoda promo uang muka rendah. Semakin rendah uang muka, berarti semakin besar jumlah uang yang Anda pinjam ke bank. Tenor yang lama juga bisa memberatkan, karena itu berarti Anda akan terbebani bunga yang tinggi. Bagusnya Anda menyiapkan uang muka 20 hingga 30% dari harga rumah yang Anda incar. Jika memungkinkan hindari memilih tenor yang paling lama.

Membeli rumah lewat KPR bisa menjadi keputusan yang tepat jika dilakukan dengan pertimbangan dan perencanaan ke depan yang matang. Namun, jangan semata karena tekanan keluarga atau gengsi Anda nekat mengajukan KPR padahal kondisi keuangan belum stabil. Jika masih memiliki hutang berjalan ke pihak lain, sebaiknya hutang-hutang tersebut diselesaikan terlebih dahulu sehingga tidak memberatkan keuangan karena Anda harus membayar lebih dari satu cicilan setiap bulan.

Pernah Ke Wonderia Semarang? Yuks Kita Explore Tempat Ini

Taman Wonderia merupakan salah satu taman rekreasi yang terkenal di Semarang. Objek wisata ini terletak di Jl. Sriwijaya No. 29. Dengan luas lahan sebesar 3 ha, ada banyak wahana permainan yang bisa dicoba di sana. Seperti bombom car, rumah hantu, mandi bola, roller coaster, kiddy boat, dan banyak lagi. Tak heran bila Wonderia menjadi favorit para orangtua untuk liburan pendek di akhir pekan bersama anak-anaknya.

Tak hanya sebatas wahana, Wonderia juga menjadi tempat berkumpulnya warga kota Semarang untuk menikmati hiburan. Karena tempat ini kerap dipilih sebagai acara musik yang diisi oleh berbagai penyanyi baik lokal maupun dari ibu kota. Juga acara-acara seperti jalan sehat, festival, dan lomba-lomba. Lokasinya yang dekat ke perpustakaan daerah dan Taman Budaya Raden Saleh juga memungkinkan pengunjung untuk belajar sejarah dan budaya di perpustakaan dan taman budaya sambil bersantai.

Ditambah di area Wonderia terdapat penjual yang menyediakan beragam pilihan kuliner. Mulai dari jajanan tradisional, makanan berat, hingga makanan dan minuman yang sedang kekinian dengan harga yang terjangkau. Selain itu, ada beragam kios yang menjajakan beragam pilihan oleh-oleh khas Semarang untuk pengunjung yang datang dari luar kota.

Namun keseruan bermain di Wonderia kini tinggal kenangan. Pasalnya, taman rekreasi tersebut sudah tidak beroperasi. Menurut informasi, pengelola taman, PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (Smart), memiliki tunggakan royalti dan pajak kepada Pemerintah Kota Semarang yang besarnya miliaran rupiah. Bahkan dikabarkan Pemkot telah memutus kontrak dengan perusahaan tersebut.

Kondisi lahan bekas Wonderia kini terbengkalai. Pemkot berencana menjadikannya sebagai pusat wisata kota Semarang. Namun hingga saat ini masih tak terurus. Dikabarkan ada beberapa investor yang tertarik mengelola eks Wonderia. Hanya saja belum ada kepastian karena masih dalam masa pengkajian oleh tim terkait.


Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan soal lahan bekas Wonderia ini. Semoga setelah dikelola investor baru, lahan tersebut dijadikan tempat wisata baru yang menarik dan menyenangkan seperti halnya Wonderia dulu namun dengan manajemen yang lebih bagus tentunya.

Dan jangan khawatir meski Wonderia sudah tutup, masih banyak alternatif wisata yang menarik untuk dikunjungi kawasan kota Semarang. Jika bicara tentang wisata Semarang, tentu tak lengkap bila kita tak menyebut Lawang Sewu. Tenang… tempat ini sudah banyak mengalami renovasi sehingga nuansa angkernya tidak akan terasa lagi. Tak hanya berwisata sejarah, hal Anda juga bisa hunting foto di dalam bangunannya yang klasik.

Untuk yang beragama Islam, berkunjunglah ke Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid ini dirancang dengan payung raksasa yang diadopsi dari Masjidil Haram di Saudi Arabia. Selain itu, juga ada klenteng Sam Poo Kong, pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, gereja Blenduk, dan vihara Tak Kay Sie. Tempat-tempat ibadah kuno tersebut menjadi bukti bahwa warga Semarang hidup berdampingan sejak dulu dengan menjunjung tinggi toleransi.

Jika Anda mencari tempat wisata kekinian di Semarang, ada banyak spot foto yang keren dan unik di Old City 3D Trick Art. Sempatkan pula untuk berkunjung ke Museum Rekor Indonesia (MURI) yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan 275 Srondol, Semarang. Dan masih banyak lagi tempat wisata di Semarang yang menarik untuk dijelajahi. Jadi, kapan ada rencana berlibur ke Semarang?

5 Alasan Terkuat yang Membuat Kamu Lebih Baik Menabung daripada KPR Lama

Membeli rumah menjadi tujuan finansial terbesar bai banyak orang. Akan tetapi karena butuh dana yang besar, tentu Anda harus membuat perencanan keuangan dan kapan rumah tersebut akan dibeli. Membeli rumah saat ini bisa secara cash atauput kredit lewat program KPR (kredit pemilikan rumah) dari bank.


Bagi yang sulit menabung, KPR mungkin dianggap sebagai solusi cepat supaya bisa segera memiliki rumah. Ditambah harga properti juga cenderung naik dari tahun ke tahun. Hanya saja perlu dipikirkan kembali karena KPR akan menjadi hutang jangka panjang hingga puluhan tahun lamanya. Jika Anda tidak ingin terlibat hutang jangka panjang, menabung hingga terkumpul uang yang cukup untuk membeli rumah tunai mungkin lebih baik. Berikut beberapa alasannya:

1. Harga rumah lebih murah

Ya, harga rumah yang dibeli secara tunai sudah pasti akan lebih murah dibandingkan rumah yang dibeli lewat sistem kredit. Karena Anda tidak membayar bunga yang dibebankan pada setiap cicilan. Proses pembelian rumah secara tunai juga lebih mudah karena Anda bisa langsung bertransaksi secara langsung dengan pihak penjual atau developer. Bahkan besar kemungkinan Anda bisa bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik. Juga Anda tidak akan banyak dibebani biaya lain-lain seperti KPR.

2. Menghindari riba

Dalam agama Islam, bunga yang mengambang dalam skema KPR bank konvensional termasuk transaksi ribawi. Yang mana hal itu termasuk dosa besar. Pasalnya, bank meminjamkan uang dan di dalamnya ada tambahan. Secara sederhana, penambahan nilai dalam transaksi tersebut yang membuat KPR konvensional dilarang karena mengandung unsur riba.

3. Aman untuk investasi jangka pendek

Membeli rumah secara tunai juga aman untuk investasi jangka pendek. Anda bisa memperoleh keuntungan hanya dalam kurun waktu lima tahun dengan mudah. Karena harga rumah kerap mengalami kenaikan yang signifikan bahkan hingga lebih dari 20% per tahun.

4. Surat kepemilikan rumah dapat langsung dimiliki

Manfaat lain yang diperoleh dengan membeli rumah secara tunai adalah kelengkapan surat kepemilikan rumah yang bisa langsung jatuh ke tangan setelah transaksi selesai. Berbeda dengan KPR, surat kepemilikan rumah diberikan setelah kredit selesai dan melewati proses yang panjang.

5. Resiko rumah disita jika gagal bayar

Setelah pengajuan KPR disetujui, maka bulan selanjutnya Anda akan mulai mencicil. Dan perlu diingat bahwa Anda harus membayar cicilan tepat waktu. Jika telat membayar, denda keterlambatan yang membuat besar cicilan menjadi lebih besar. Jika Anda gagal membayar cicilan, maka rumah berisiko disita oleh pihak bank.

Memang tak mudah untuk mengumpulkan dana yang besar hingga cukup untuk membeli rumah. Tapi hal itu bisa segera terwujud jika Anda berkomitmen dan menetapkan target. Belajarlah mengelola keuangan secara cerdas dan hindari gaya hidup yang over konsumtif. Jika Anda memperoleh pendapatan di luar gaji seperti THR, jangan dihabiskan semuanya. Simpanlah untuk menambah saldo tabungan rumah Anda.

Hindari Riba, Ini Beberapa Alternatif Kredit Rumah Secara Syariah

Membeli rumah dengan pembayaran cash keras menjadi semakin sulit karena harga properti cenderung mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Karenanya, banyak orang mengambil opsi cepat dengan mengajukan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Hanya dengan membayar uang muka sekian persen dari harga rumah, rumah pun bisa segera ditinggali dan sisa pembayarannya dicicil per bulan.


Adanya KPR memang mempermudah pembelian rumah di tengah harga properti yang semakin sulit dijangkau. Akan tetapi, skema KPR bukan solusi tepat bagi mereka yang beragama Islam. Dalam islam, pinjaman yang berbunga mengandung unsur riba sehingga diharamkan dan bahkan termasuk dosa besar. Namun bukan berarti impian Anda untuk segera memiliki rumah harus dikubur begitu saja. Bila Anda tak mampu membeli secara tunai, ada beberapa metode kredit rumah yang tidak ada riba di dalam skema pembayarannya.

Kredit langsung ke pengembang

Di berbagai daerah, semakin banyak pengembang yang gencar menawarkan program cicil rumah tanpa riba. Bagaimana bisa? Salah satu skema yang sering mereka terapkan adalah mencicil tanpa bank. Jadi pembeli membeli rumah langsung ke pengembang dengan cara mencicil. Cicilan per bulannya dibayarkan langsung kepada pihak pengembang.

Pengembang yang menawarkan perumahan tanpa riba umumnya adalah pengembang syariah. Jadi dalam transaksinya pun akan menerapkan prinsip dan aturan yang tidak menyalahi syariat Islam. Sehingga tidak ada riba di dalamnya karena harga akan ditentukan di awal dan besar cicilan sama dari awal hingga akhir masa kredit sesuai jangka waktu yang disepakati. Tenor umumnya antara 10 hingga 15 tahun.

Namun, tetap perlu hati-hati karena tak sedikit oknum nakal yang berpura-pura menjadi pengembang syariah. Sebaiknya cari perumahan yang dikembangkan oleh pengembang yang terdaftar di Developer Property Syariah Indonesia (DPSI). Rekam jejak dari pengembang tersebut juga perlu diteliti secara mendalam.

Cicil bertahap

Skema ini pada dasarnya sama dengan kredit langsung ke pengembang, di mana pembeli bertransaksi langsung dengan pengembang syariah tanpa bank. Hanya saja, dalam transaksi cicil bertahap, jangka waktu untuk mencicil lebih pendek. Biasanya jangka waktunya hingga kurang dari 25 tahun. Cicilan dibayarkan secara bertahap, bisa per berapa bulan sekali atau per tahun. Total harga dari rumah yang Anda beli akan sama tidak akan ada penambahan nilai di luar kesepakatan awal.

KPR syariah

Bank syariah juga memiliki program KPR. Tapi tentu saja mereka menerapkan skema pembayaran yang tidak mengandung unsur riba di dalamnya. Tenor yang diterapkan dalam KPR syariah umumnya hanya sampai 15 tahun. Tapi dalam KPR syariah, umumnya bank menerapkan prinsip murabahah di mana bank membeli rumah dari pengembang lalu menjualnya kembali dengan harga yang sudah dinaikkan.

Bank tidak menerapkan bunga, akan tetapi mengambil margin keuntungan dari harga jual rumah tersebut. Cicilan KPR konvensional besarnya kerap berubah-ubah sesuai pergerakan suku bunga, sementara cicilan syariah bersifat tetap sehingga besar cicilan per bulan ditetapkan di awal dan tidak akan ada perubahan nilai hingga akhir masa kredit.

Rumah yang transaksinya dilakukan secara syariah, baik itu lewat pengembang atau bank syariah, seharusnya tidak bisa diambil secara sepihak jika terjadi keterlambatan atau gagal bayar selama jangka waktu tertentu. Ada ketentuan-ketentuan yang dicantumkan di perjanjian awal apabila pembeli tidak mampu memenuhi kewajiban mencicil, tetapi caranya bukan dengan menyita atau melelang rumah tersebut atas kehendak sepihak.